24 C
id

Dampak Disrupsi AI 800 Wartawan Ter PHK, Tantangan Berat bagi Industri Media

Suarana.com - Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri media di era disrupsi kecerdasan buatan atau AI. 

Ninik Rahayu mengungkapkan pentingnya peningkatan kapasitas wartawan dan perusahaan media dalam menghadapi dinamika teknologi tersebut.

Hal tersebut ia ungkap di atas panggung Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024 di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, dikutip CNBC Rabu (21/2/2024).

Lebih lanjut ia memaparkan, pada 2023 setidaknya ada lebih dari 800 orang pekerja pers yang kena PHK. Jumlah tersebut bisa lebih jika dihitung dengan perusahaan lokal media.

Padahal pada saat bersamaan media dituntut untuk meningkatkan SDM agar mampu menerapkan AI yang memastikan prinsip etika jurnalistik, perlindungan privasi, hak intelektual dan mentaati hukum perlindungan data.

Belum lagi platform digital yang berubah menjadi medium raksasa yang mengambil alih distribusi informasi. Porsi periklanan diserap oleh platrofm tanpa disertai sharing revenue yang memadai.

"Jika pemasukan media kian tergerus, bagaimana para insan pers dapat secara continue memberikan berita berkualitas," kata Ninik.

"Oleh karena itu patut disyukuri Pak Jokowi yang telah merespons dengan akan mengesahkan Perpers Publisher Right. Ia berharap aturan ini bisa menjadi bagian dari rasa keadilan bagi jurnalis." imbuhnya.




Sumber : CNBC
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung