24 C
id

Topeng Banjet dan Tari Ketuk Tilu Dipilih Sebagai Simbol Khas Karawang untuk Pertunjukkan Tradisional Tahun 2024

KARAWANG | Suarana.com - Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang akan memilih topeng banjet dan tari ketuk tilu sebagai simbol khas Karawang dalam pertunjukkan tradisional tahun 2024. 

Hal ini bertujuan untuk menegaskan identitas khas daerah tersebut. Rahmat Wiguna, Direktur Ekraf Karawang, menjelaskan bahwa pilihan tersebut didasarkan pada keunikan dan kekhasan dua tarian tersebut sebagai bagian dari warisan budaya Kabupaten Karawang.

"Topeng Banjet dan Tari Ketuk Tilu merupakan bagian dari keunikan Karawang, oleh karena itu, kita akan mengutamakan kurasi ini pada tahun 2024," kata Rahmat Wiguna pada Sabtu (16/3/2024).

Dia menuturkan, kurasi ini diperuntukkan bagi semua seniman dan tidak terdapat batasan usia. Kali ini sistem kurasi akan berbeda dari tahun sebelumnya.

Ia akan menggunakan sistem hybride dalam pelaksanaan kurasi. Pertama secara online yang akan diselenggarakan di Universitas Buana Perjuangan dan ke dua akan dilakukan secara offline di Desa Karang Jaya, Kecamatan Tirtamulya. Kurasi offline akan terselenggara pada akhir Mei.


"Semua umur tidak ada batasan jumlah kuota. Ini untuk semua pelaku seni pertunjukkan di Karawang. Rata-rata di usia 20 tahun ke atas yang sudah mendaftar," beber dia.

"Sekarang ini baru mendaftar baru ada belasan. Kita adakan hybride, kurasi online di tanggal 18 dan 19 Mei di UBP dengan kurator dari UPI, ISBI, pelaku seni. Offline kita akan lakukan di Desa Karang Jaya di akhir bulan Mei nanti," tambahnya.

Dia telah menginformasikan program kurasi tahun ini kepada Bupati Karawang pada Kamis (7/3). Setelah proses kurasi, seni pertunjukkan akan menjadi bagian integral dari semua acara yang diadakan oleh pemerintah Karawang. Ini bertujuan untuk menjadi daya tarik pariwisata bagi penduduk lokal maupun wisatawan dari luar Karawang.

"Dengan izin Allah, kami telah berkomunikasi dengan bupati dan mendapat dukungan penuh dari beliau. Beliau juga berharap agar budaya lokal yang khas Karawang ini dapat menjadi simbol utama Karawang," ujarnya.

"Kami akan mempersembahkan pertunjukkan ini dalam setiap acara, dengan harapan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan luar Karawang yang datang sesuai jadwal. Kami memberikan prioritas pada kemampuan tanpa memandang tinggi badan," tutupnya.***

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung