24 C
id

KPU kab Cianjur Akan Menggelar Pemungutan Suara Ulang, Menyusul Keputusan MK Tentang Adanya Pelanggaran


CIANJUR | Suarana.com - Menyusul adanya putusan MK yang didasarkan adanya pelanggaran pemilu,Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Cianjur bakal melakukan pemungutan dan penghitungan suara ulang pemilihan calon legislatif di lima TPS di Desa Mentengsari, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur,putusan dari Mahkamah Konstisuti (MK) yang didasarkan adanya pelanggaran pemilu, di mana salah satu Kades mencoblos surat suara di TPS tersebut.

M Ridwan Ketua KPU cianjur menjelaskan, bahwa Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk mengabulkan Perkara Nomor 55-02-02-12/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024 yang dimohonkan calon anggota legislatif (caleg) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hendry Juanda dalam pemilu DPRD Kabupaten Cianjur Daerah Pemilihan (Dapil) 3.

"Berdasarkan putusannya,dilakukan pemungutan dan penghitungan suara ulang di lima TPS di Desa Mentengsari," kata dia pada Kamis 06/06/2024.

Menurut dia, untuk pemungutan suara ulang dilakukan di TPS 15, sedangkan penghitungan suara ulang dilakukan di TPS 12, 13, 14, dan 16.

"Untuk pemungutan suara ulang hanya di satu TPS yakni TPS 15, selebihnya hanya penghitungan suara ulang untuk Pileg," kata dia.

Ridwan membenarkan jika putusan tersebut berkaitan dengan adanya pelanggaran Pemilu oleh Kades Mentengsari yang mencoblos sejumlah surat suara. Aksinya itupun viral usai videonya tersebar. Bahkan akibat aksinya tersebut, Kades Mentengsari Somantri ditetapkan bersalah dan divonis hukuman penjara selama 9 bulan.

"Iya kaitan dengan aksi Kades mencoblos banyak surat suara," kata dia.

Menurut dia, KPU akan menggelar pemungutan dan penghitungan surat suara ulang pada pekan depan. "Rencananya pekan depan. Tapi kami akan rapat dulu untuk persiapannya," pungkasnya.


  Rinto wahyudi




Kami hadir di Google News
Dan jangan lupa ikuti Saluran WA
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung