Warga Masyarakat Sekitar Karang Para Sukabumi, Digegerkan Kemunculan Macan Jawa
![]() |
Foto:Bukit karang para Sukabumi |
SUKABUMI|SUARANA-Masyarakat Kab Sukabumi kembali digegerkan dengan dugaan keberadaan macan.Kali ini, warga mengaku melihat sosok macan di wilayah Gunung Kopi, tepatnya di kawasan ladang kebun singkong di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Lokasi keberadaan dugaan macan itu tak terlalu jauh dengan laporan warga di Kecamatan Cicantayan pada Juli 2022. Secara letak geografis, antara Kecamatan Cicantayan dan Kecamatan Gunungguruh masih sangat berdekatan.
Di antara dua kecamatan tersebut masih dipenuhi dengan perbukitan yang belum terjamah aktivitas warga. Warga menyebut, daerah itu dapat dimungkinkan menjadi habitat macan dan binatang lainnya termasuk babi hutan.
Salah seorang tokoh masyarakat di Desa Kebonmanggu, Kandi (40) mengatakan, keberadan macan tersebut beberapa kali diketahui warga. Selain itu, pemburu babi hutan juga sempat melihat macan tersebut pada awal tahun 2023 lalu. Warga pun masih tak dapat membedakan antara macan dan harimau.
"Waktu itu sempat ramai adanya macan atau harimau Jawa. Saya juga sempat lihat videonya, oh benar itu macan karena bisa terdeteksi sama pemburu," kata Kandi saat ditemui di kawasan wisata Bukit Karang Para, 06/06/2023.
Dia mengatakan, para pemburu memiliki senter khusus yang dapat membedakan antara babi dan hewan buas tersebut. Apabila sorot lampu berwarna putih, maka itu menandakan babi hutan, sedangkan lampu sorot merah maka penanda hewan macan atau harimau.
"Kalau pemburu itu bisa membedakan antara lampu yang warnanya merah itu pasti macan dan lampu putih itu babi. Pas merah ternyata itu macan dan mereka nggak berani tembak. Jarak tembaknya cuma 100 meter," ujarnya.
"Itu 6 bulan ke belakang pas malam hari, daerah sekitar 8 kilometer, kebetulan orang sini ada pemburu babi hutan," sambungnya.
Keberadaan macan itu dianggap sebagai fenomena biasa bagi warga setempat. Warga juga mengaku tak terganggu dengan keberadaan macan karena muncul pada malam hari dan memburu babi yang sering merusak ladang warga.
"Macan itu lagi nyari makan, nangkap babi kayaknya, karena yang terdeteksi itu ada lampu pantulan babi sama macan. Nggak terganggu karena keseringan penunggu-penunggu yang di ladang itu bilang munculnya itu malam. Sering itu, warga sudah bisa hidup berdampingan karena nggak muncul waktu siang," ucap Kandi.
"Cuma babi yang ngerusak ladang. Makanya di sini ada pemburu babi, semua tanaman singkong habis semua," tambah dia.
Tahlan mengatakan, sejauh ini warga juga sudah mendapatkan edukasi dari pihak terkait. Sehingga, kata dia, warga dapat menyesuaikan dengan kehidupan dan habitat hewan liar tersebut.
Rep:
Duduh Sukriadi.